Menjadi Super Bloggerpreneur

 Kepada

Negeriku Indonesia

Melalui surat terbuka ini, aku ingin berbagi cerita untukmu, negeriku. Semoga ada rakyatmu yang mau membacanya dan bisa menemukan sedikit pencerahan di saat ketidakpastian sebagai dampak pandemi Covid-19 masih melanda. Tetapi kali ini aku tidak ingin mengupas soal update kasus suspect Corona, tentang mutasi virus, prokes, ataupun vaksinasi. Bisa makin pusing kalau membahas semua itu. Aku ingin cerita saja perjalanan dalam upayaku menjadi super bloggerpreneur bersama aplikasi super.



Stay At Home! Inilah salah satu kalimat yang mendadak trending sejak sekitar bulan Maret 2020, selain istilah pandemi, covid-19, corona, PSBB dan juga PPKM. Bisa dimengerti karena antara istilah yang satu dengan lainnya memang saling berkaitan. Munculnya imbauan untuk di rumah saja alias stay at home adalah impact dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlanjut pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Memang sih, pandemi Covid-19 bukan hanya memaksa manusia di berbagai belahan dunia untuk mengurangi interaksi fisik dan lebih banyak di rumah saja. Kalau kata Prof Rheinald Kasali, pandemi Covid-19 adalah sebuah enforced digital disruption. Ada pergeseran gaya hidup dan cara kerja (juga cara belajar) yang harus dilakukan. Jika biasanya lebih banyak dengan pola analog, serba fisik dan perlu face to face, sekarang menjadi serba digital memanfaatkan jaringan internet dan minim tatap muka. Walaupun memang tidak semua pekerjaan bisa dilakukan di dalam rumah sekalipun ada fasilitas internet, misal jasa potong rambut dan juga khitan jelas tidak mungkin bisa dilakukan secara online. Masuk akal bukan?

Kalau ada profesi yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi sebagai efek pandemi, penulis bisa dimasukkan dalam daftar. Sekalipun industri penerbitan banyak yang mengalami keguncangan, namun media-media online seperti blog akan tetap bisa dijadikan alternatif bagi penulis yang ingin tetap eksis mempublikasikan buah karyanya. Selama di rumah ada paket data internet atau Wifi, blogger tidak akan pernah risau dan tetap bisa berkarya bahkan berpeluang menghasilkan cuan ataupun hadiah sebuah produk dari postingan di blognya.

Begitulah. Sejak menjadi bloggerpreneur sekitar tahun 2015 ada banyak kesempatan yang kutemukan untuk bisa mendapat lebih dari sekadar pengalaman. Modalnya cuma satu saja yaitu keberanian menulis terus diposting untuk diikutkan dalam lomba blog. Soal desain blog, punyaku nggak terlalu bagus-bagus amat. Aku cukup pakai template yang tersedia, diotak-atik sedikit tata letaknya biar enak dilihat meski sangat sederhana.

Memang tidak selalu menang. Tapi pernah juga menang. Dari sekian banyak lomba penulisan blog yang pernah kuikuti, aku pernah mendapat hadiah yang Rp.200.000. Lumayan juga buat beli beras, minyak goreng, dan sembako lainnya.

Beginilah hidup di era modernisasi teknologi. Selalu ada tawaran opsi yang memudahkan urusan kita. Kalau lagi ada ide bikin tulisan, tinggal buka blog. Kalau ingin belanja kebutuhan pokok macam aku tadi, sekarang sudah ada aplikasi super. Sesuai namanya, ini memang bukan aplikasi kaleng-kaleng. Ini super.

Buat penulis macam aku yang kadang perlu lembur sampai malam, bukan cuma bisa beli beras dan kebutuhan dapur. Nah aplikasi super ini rupanya bisa memahami perasaan para penulis karena tersedia juga kopi dan cemilan. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi super, aku bisa juga bayar listrik, air,  juga beli pulsa dan paket data. Ya tahu lah. Penulis juga butuh listrik,pulsa, paket data, dan air buat mandi juga. Jangan sampai sibuk berkarya malah lupa mandi. Kan runyam urusannya.

Kesimpulannya, modernisasi teknologi adalah keniscayaan yang tidak mungkin dihindari. Ada peluang-peluang baru yang bisa ditemukan untuk membuat hidup manusia semakin berkembang. Seorang penulis seperti aku yang biasanya mempublikasikan karya dalam bentuk cetak, sekarang bisa mengembangkan sayap ke media online. Mereka yang merambah dunia bisnis, juga bisa menggunakan jalur online untuk memperluas target marketnya. Intinya, kemajuan zaman adalah suatu hal yang wajib disyukuri.

Sebenarnya masih banyak yang ingin kubagi di surat terbuka ini. Tetapi berhubung masih ada tugas menulis yang sudah dekat deadline, aku sudahi dulu surat ini. Untuk sesama blogger, selama masih ada kopi sachet yang bisa dibeli dari aplikasi super untuk kemudian dituang dalam gelas dan diseduh dengan air hangat, teruslah menjadi super bloggerpreneur.

 

Komentar