Jengah




Bung!
Jangan kau minta aku menggoreskan mimpi tentang pemimpin
Tinta penaku sudah kering

Bung!
Cukup sudah kau beretorika tentang penguasa
Lihatlah, Sinabung dan Kelud telah memuntahkan isi perutnya

Bung!
Jangan kau tuangi lagi bejanaku dengan gumpalan asa
Jikalau kemudian kau mainkan boneka bermahkota

Bung!
Biarkan aku terkapar, lapar
Menantikan titisan Umar

Di ruang hampa

Surabaya, 18 April 2014

Komentar