Acer Liquid Z320, Smartphone For Smart Kids


Modernisasi gadget seakan menjadi sebilah belati yang bisa bermanfaat tapi bisa pula menikam, khususnya bagi mereka yang masih belia beserta kedua orang tuanya. Semua orang tua pasti mengharapkan putera-puterinya tumbuh menjadi generasi cerdas, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Di satu sisi, dengan diberikannya gadget seperti smartphone kepada anak, selain untuk mempermudah komunikasi antara orang tua dengan anak saat terpisah jarak, diharapkan akan dapat memperluas wawasan dan pertemanan mereka dengan adanya kemudahan dalam berselancar di dunia maya. Namun di sisi lain, ini menjadi kecemasan tersendiri bagi orang tua. Sudah bukan rahasia lagi tentang adanya fitur-fitur smartphone dan juga konten-konten internet yang berbahaya bagi penanaman akhlak mulia dan pengembangan kecerdasan anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan menengarai banyaknya fasilitas game online yang dapat memacu tindak kekerasan. Belum lagi dengan banyaknya beredar tayangan pornografi di internet, terutama jejaring sosial.
Realita inilah yang sering membuat para orang tua berada pada situasi dilematis. Tidak membekali mereka dengan smartphone dirasa sebagai opsi yang tidak bijaksana dan tidak akan efektif. Selain membuat mereka tidak mengenal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, anak pasti akan mencari tahu sendiri tentang smartphone dengan segala fasilitasnya di luar pengawasan orang tua. Jika dibiarkan, ini tentu akan lebih mengkhawatirkan karena anak tidak memiliki filter sehingga rentan terhadap ekses-ekses negatif yang bisa dihadirkan oleh smartphone. Lantas, bagaimana seharusnya orang tua bersikap?
Inti dari semuanya adalah perlunya peran besar dari orang tua. Tidak selayaknya orang tua memberi kebebasan penuh, tanpa pembatasan dan pengawasan, kepada anak yang masih sangat membutuhkan sentuhan dan perhatian mereka.
Agar smartphone benar-benar bisa memberikan manfaat yang besar dan bukan malah memberikan kerugian terhadap anak, orang tua perlu memberikan batasan-batasan yang jelas dan tegas. Batasan pertama adalah soal alokasi dan durasi. Pembolehan anak menggunakan smartphone harus diupayakan agar tidak mengganggu waktu belajar, beribadah, makan, dan istirahat anak. Selain itu, sebaiknya anak hanya diizinkan menggunakan smartphone tidak lebih dari 2 jam. Selain untuk menjaga kesehatan anak, terutama indera penglihatan mereka, anak juga perlu didorong untuk bersosialisasi dengan teman seusianya melalui permainan-permainan tradisional. Batasan kedua adalah konten. Agar smartphone bisa menjadi sarana pembelajaran efektif untuk anak, orang tua perlu melakukan screening terhadap konten-konten yang nantinya akan diakses si anak. Dengan adanya penyaringan ini akan dapat diminimalisasi peluang bagi anak untuk mengonsumsi konten-konten tidak mendidik dan tidak bermanfaat. Sebaliknya, kepada anak akan disajikan konten-konten “bergizi” yang dapat menstimulasi daya pikir dan kreativitas serta membangun akhlak mereka.
Selain pembatasan, orang tua juga perlu melakukan pendampingan terhadap anak dalam menggunakan smartphone. Pendampingan ini adalah bentuk pendekatan persuasif sekaligus pengawasan orang tua terhadap anak. Disini, orang tua diharapkan akan dapat menjalankan perannya dalam memberi pengarahan dan bimbingan kepada anak. Tanpa berjalannya peran tersebut, anak yang secara kodrati memiliki rasa ingin tahu yang tinggi bisa tidak terkendali dalam menjelejahi konten atau men-download aplikasi yang tidak sesuai kebutuhan anak atau bahkan bisa berdampak buruk terhadap proses pendewasaan anak.
Lantas, smartphone apa yang paling memenuhi kualifikasi sebagai media belajar dan aman untuk dikonsumsi anak? Untuk soal ini, Acer Liquid Z320 bisa menjadi andalan. Boleh dipersepsikan bahwa Acer Liquid Z320 adalah smartphone untuk smartkids. Mengapa? Karena hanya Acer Liquid Z320 yang dilengkapi dengan fitur Kids Center. Fitur yang sudah pre-install ini dapat membatasi konten, aplikasi, dan akses data yang tidak sesuai dengan usia anak. Kids center juga dilengkapi dengan parental control yang berguna untuk memonitor anak selama melakukan browsing di internet dan juga dapat mencegah anak untuk mengunduh konten-konten dewasa atau membeli aplikasi baru tanpa izin. Tak hanya itu, Kids center juga memiliki ribuan aplikasi edukatif yang sangat "bergizi" untuk membantu anak belajar dan mengembangkan kreativitasnya. Untuk menghilangkan rasa penat sepulang sekolah, sebelum tidur siang, anak juga bisa memanfaatkan aplikasi game dan video yang dijamin aman. Jika jenuh dengan konten yang ada, anak bisa menikmati konten terbaru melalui fasilitas update content.
Jadi, sudah saatnya orang tua menepikan kecemasan tentang penggunaan smartphone oleh anak mereka. Dengan Acer Liquid Z320, anak senang, orang tua pun tenang.
Mengenalkan Gadget Kepada Anak dengan Kids Centre

Komentar