9 Januari 2015. Inilah
tanggal yang sangat mlekat di ingatanku, ibu, serta semua saudaraku. Pada
tanggal itulah, tepatnya pukul 17.20, bapak telah meninggalkan segala kefanaan
dunia. Dari sinilah kami merasa telah mendapat pelajaran berupa inti dari keikhlasan
dan cinta.
Sekitar pukul 17.30,
aku, ibu, dan adikku keluar dari ruang UGD Rumah Sakit Islam Surabaya. Disitu
telah menunggu tanteku (istri dari kakaknya ibu). Isak tangis masih mewarnai
suasana duka. Selang 5 menit berikutnya datanglah temanku. Setelah bersalaman
dan menerima ucapan bela sungkawa darinya, kuperkenalkan ia pada ibu dan juga
tanteku.
“Kenalkan Mas. Ini ibu,
dan ini tanteku. Tanteku ini istrinya almarhum Om Sam,” kataku. Om Sam yang
kumaksud disini adalah alarhum Sam Soeharto, guru besar Fakultas Kedokteran
Unair yang juga dikenal kiprahnya di dunia politik Jawa Timur. Beliau meninggal
2 Januari 2014.
Temanku ini langsung
menjabat tangan tanteku. Dengan penuh percaya diri dia mengucap,”Saya
mahasiswanya Pak Sam.”
DEG. Aku yang tadinya
terselimuti duka jadi terkejut dan berpikir. Setahuku, temanku ini kuliah S1 maupun
S2 yang tengah dijalaninya bukan di Kedokteran, melainkan di Sastra. Bukan
Unair pula. Lagian dia kuliah S2 setelah Omku meninggal. Terus gimana bisa jadi
mahasiswanya Omku?
Setelah beberapa menit
berpikir, aku akhirnya menyadari terjadinya kesalahpahaman. Sambil menahan
ketawa, kuluruskan kesalahan temanku itu. “Heh, Sam siapa sih? Bukan Sam Abede
dosennya situ lho yo. Yang kumaksud ini Om Sam Soeharto, Unair. Makanya to.
Nanya dulu Sam siapa biar nggak keliru.”
Temanku itu melongo
karena menyadari kekeliruannya. Untunglah, tidak ada yang mempermasalahkan
kekeliruan ini karena terkalahkan oleh perasaan duka yang menggelayut. Tapi entahlah,
apa yang dirasakan temanku saat itu.
Ah, ternyata malu
bertanya itu bukan cuma bikin sesat di jalan. Tidak mau bertanya itu juga
berakibat memalukan. Ini juga menjadi pelajaran bagi siapapun, khususnya yang
bergerak di bidang pelayanan. Setiap saat akan ada orang yang membutuhkan
jawaban dari persoalan yang ditemukan.
Terkait hal ini, sangat
pantas rasanya kalau aku memberi apresiasi kepada Bank Negara Indonesia (BNI)
yang telah menyediakan fitur di twitter@BNI 46 dengan hashtag #AskBNI. Melalui
fasilitas ini, siapapun bisa mengakses info lengkap seputar BNI.
jangan malu bertanya supaya tidak salah,,,btw, itu judulnya kok dibuat dobel Mas? Di dalam artikel juga ada :D
BalasHapusIya. Lupa kuhapus judul artikelnya. Kebiasaan sama sih antara judul artikel ama judul postingan
HapusDr gaya bahasanya kelihatan usianya, wkwkwkwk...
BalasHapusKabuuuuurrr....
Piiiisss...