Demokrasi dan
partisipasi rakyat bagaikan dua sisi mata uang. Partisipasi rakyat adalah sifat
utama demokrasi, yang berarti menjadi salah satu indikator diterapkannya
demokrasi dalam sebuah negara. Demokrasi tanpa partisipasi rakyat hanya menjadi
demokrasi normatif, bukan demokrasi empiris. Tanpa partisipasi rakyat, yang tercipta adalah negara dengan
sistem tirani ataupun oligarkhi terselubung.
Berbicara tentang
partisipasi rakyat tak sekadar menganalisis persoalan elektabilitas calon
pemimpin yang ditentukan berdasar preferensi politik masyarakat. Momentum untuk
rakyat menggunakan hak partisipatifnya bukan hanya saat pemilihan umum, tetapi
juga pasca pemilihan.
Pasca Pemilu merupakan
fase yang tak kalah krusialnya. Sebagaimana pandangan Maurice
Duverger, seorang sarjana dari Prancis, dalam Les
Regimes Politiques, demokrasi ialah cara memerintah dimana golongan yang
memerintah dan diperintah adalah sama dan tidak terpisah-pisah. Artinya,
demokrasi ialah satu sistem pemerintahan negara dimana dalam pokoknya semua
orang berhak sama untuk memerintah dan juga untuk diperintah. Adanya persamaan
ini seharusnya bisa mendorong rakyat untuk bisa menjalankan paritisipasinya
pasca Pemilu, antara lain dengan aktif menyampaikan aspirasi dan juga melakukan
pengawasan sosial (social control) bersamaan
dengan hak mereka mendapat layanan publik dari pemegang kekuasaan.
Seiring
dengan modernisasi teknologi informasi, diharapkan akan semakin efektif juga
pemenuhan hak-hak rakyat atas layanan dan hak berpartisipasinya. Dengan memanfaatkan adanya jaringan internet,
kendala jarak dan waktu bisa semakin diminimalisasi.
Berangkat
dari kesadaran terbsebut, konsep smart city semakin menjadi tren di
negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Inti konsep smart city Indonesia tersebut adalah
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk memudahkan masyarakat dalam
memperoleh akses di bidang pelayanan publik, menyalurkan aspirasi, dan melakukan fungsi pengawasannya.
Bagaimana
dengan Surabaya? Implementasi konsep smart city Indonesia di kota pahlawan tersebut
tertuang dalam program e-government
yang dilaksanakan sejak tahun 2002. Program
tersebut terdiri atas Sistem
Pengelolaan Keuangan Daerah, e-SDM, e-Monitoring, e-education, e-permit,
e-office, e-health,e-dishub, serta Media Center dan Sistem Siaga Bencana.
Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah mencakup beberapa item antara lain, e-musrenbang, e-budgeting,
e-project, e-procurement, e-delivery, e-controlling, e-performance, e-SIMBADA,
e-payment, e-tax e- Audit dan fasum-fasos untuk memantau pengadaan
fasilitas umum dan sosial di Surabaya.
Fitur-fitur lainnya juga bisa bisa dimaksimalkan. E-SDM bisa
diakses untuk mengurusi persoalan tes CPNS, gaji, kenaikan pangkat, mutasi,
hingga masa purna tugas. E-education, sesuai namanya layanan ini terkait dengan
persoalan pendidikan, seperti penerimaan siswa baru, tryout online, rapor
online, juga radio visual. Adapun fitur e-monitoring dapat dimafaatkan untuk
memantau kondisi Surabaya secara real
time dengan mengkoneksikan terhadap CCTV/SITS. E-office adalah fitur untuk
mengakomodir kebutuhan surat menyurat dan penyusunan jadwal secara online,
sehingga meminimalkan penggunaan kertas. Fitur e-health dapat dimanfaatkan
masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan dari puskesmas tanpa harus
berlama-lama antri. Jika dirujuk untuk dirawat di rumah sakit, prosesnya pun
tidak rumit. Pasien tidak perlu membawa surat rujukan karena pihak rumah sakit
dapat dapat melakukan pengecekan dengan perangkat tablet. E-permit bisa
digunakan untuk mengurus segala macam akta dan perizinan. Fitur e-dishub bisa
digunakan untuk uji kir kendaraan, arus lalu lintas, pesoalan lahan parkir, dan
lain-lain yang ada hubungannya dengan perhubungan.
Warga
Surabaya juga bisa memanfaatkan keberadaan media center yang merupakan sarana
komunikasi dua arah antara pemerintah kota Surabaya dengan warga, yang mencakup
e-sapawarga, surabaya.go.id, termasuk melalui jejaring sosial facebook,
twitter, youtube, juga call center. Hadir juga layanan Siaga Bencana 112.
Semua
implementasi konsep smart city tersebut akan semakin sempurna jika ditunjang
dengan kemauan semua yang ada di insitusi pemerintah kota Surabaya untuk
menyajikan data secara jujur dan memberikan layanan terbaik untuk warganya.

Komentar
Posting Komentar