“Berbisnis? Berjualan? Nggak ah. Nggak ada modal. Ya kalau Rp 50.000 ada sih. Tapi kalau mau bisnis kan harus punya modal besar buat kulakan barangnya buat dijual lagi. Paling tidak butuh sejuta lah.”
Sering dengar respon seperti itu dari orang yang didorong untuk menjadi pedagang atau pebisnis? Kalau ada yang tidak mau berbisnis karena tidak punya modal besar, itu berarti dia pikniknya kurang jauh. Eh, maksud saya, dia kurang punya wawasan bisnis. Padahal di zaman sekarang, bisnis sudah bisa dilakukan dengan modal sangat kecil atau bahkan tanpa modal. Kok bisa?
Seiring dengan modernisasi teknologi, digitalisasi merambah dunia bisnis, sistem jual beli ikut mengalami perkembangan. Kalau dulu manusia harus kumpulin modal dulu untuk berbisnis supaya bisa kulakan barang dalam jumlah besar untuk dijual lagi, sekarang dunia mulai mengenal sistem dropship. Dengan cara dropship inilah setiap orang bisa masuk dunia bisnis meski tidak punya modal sepeserpun. Ada yang belum tahu dropship?
Sederhananya begini. Dropship itu suatu sistem dalam bisnis yang memungkinkan seseorang membantu menjualkan produknya pemilik atau penyedia barang tanpa harus dibeli dulu. Misal si A adalah pemilik atau penyedia barang lalu datanglah si B yang berminat menjadi dropshipper untuk barangnya si A sehingga terjadilah negosisasi. Dalam negosiasi itu disepakati beberapa poin utama:
1. Dengan harga berapa si B boleh menjual. Apakah B bebas memasang harga atau harus mengikuti harga jual yang ditetapkan si A selaku pemilik barang. Selisih harga itulah profit untuk si B.
2. Selanjutnya si B akan memasarkan produk yang disediakan A lewat berbagai media, termasuk media sosial seperti facebook, instagram, twitter dan juga via Whatsapp. Dalam setiap promo tercantum keterangan mengenai produk tersebut lengkap dengan harga dan nomor kontak si B. Jadi pemesanan dan transaksi bisa melalui si B selaku dropshipper. Setelah deal dan customer melakukan pembayaran via transfer, barulah si B menmproses orderan customer kepada si A. Jadi si A yang akan mengemas barang dan mengirimnya kepada customer atas nama dropshipper, tentu setelah ia menerima pembayaran dari si B.
Begitulah praktik jual beli sistem dropship. Seorang dropshipper tidak perlu mengeluarkan modal untuk kulakan dan tidak perlu melakukan penyetokan barang. Bahkan dropshipper bisa mendapat profit dar hasil penjualan yang ia lakukan. Anggaplah profit untuk satu kali penjualan adalah Rp 5.0000, berarti kalau dia bisa menjual 20 barang saja sehari, dia sudah untung Rp 100.000. Lumayan kan untuk menambah uang belanja?
Walau tidak perlu mengeluarkan modal uang untuk kulakan banyak barang, seorang dropshipper harus memiliki satu modal penting. Modal inilah yang bisa menentukan seberapa lama kiprahnya di dunia bisnis. Modal itu adalah “Trust”. Seorang dropshipper harus bisa meyakinkan customer bahwa dia amanah, bisa dipercaya. Bisnis sistem dropshipper adalah bisnis kepercayaan. Seorang customer yang harus membayar dulu sebelum barang dikirim butuh kepercayaan bahwa orderannya akan diproses sampai tahap pengiriman.
Karena itulah seseorang yang berminat menjadi dropshipper sukses, dia harus meluruskan dulu niatnya. Dia harus berniat untuk membantu customer mendapatkan barang yang dibutuhkannya dan memberi layanan terbaik. Dengan niat tersebut, seorang dropshipper tidak akan pernah terpikir untuk menghilang dan melarikan uang customer yang telah ditransfer, tanpa pernah memproses orderannya. Sekali saja seorang dropshipper mampu membuktikan bahwa dia amanah, maka langkah berikutnya akan lebih mudah dan usia karirnya di dunia bisnis bisa panjang. Sebaliknya, sekali saja seorang dropshipper tidak menjalankan kepercayaan customer, ada potensi kuat usia perjalanannya berbisnis hanya seumur jagung.
Setelah meluruskan niat, seorang dropshipper perlu juga mempelajari ilmu digital marketing. Dia perlu mendapat ilmu menjual produk melalui media-media online, mulai dari ilmu tentang riset kata kunci, penempatan kata kunci, pemilihan media promosi, teknik hard selling maupun soft selling. Dengan bekal ilmu tersebut, usahanya untuk memasarkan produk bisa efektif menemukan pembelinya.
Setelah bekal ilmunya mantap, peminat bisnis sistem dropship perlu membaca kebutuhan pasar. Dari riset pasar itulah dia bisa menentukan produk apa yang mau ditawarkan. Sebagaimana kata Seth Godin, pebisnis dan public speaker asal Amerika Serikat, “don’t find customer for your products but find products for your customers.”
![]() |
| Sumber: Relics World |
Tetapi kalau tidak punya waktu untuk melakukan riset pasar, bisa disiasati dengan memasarkan produk dropship yang jelas target marketnya. Misalnya jilbab dan mukena. Target pembelinya sudah cukup jelas yaitu muslimah alias perempuan beragama Islam. Atau kalau ingin menjual produk dropship yang target maskernya lebih luas di masa pemberlakuan protokol kesehatan, bisa jual masker. .
![]() |
| Salah satu jilbab di mangdropship |
![]() |
| Masker juga ada di mangdropship |
Langkah berikutnya setelah menentukan produkdropship yang akan dipasarkan adalah menemukan penyedia barang yang berkualitas bagus dan kredibel. Tidak mudah memang untuk menentukan pilihan. Kalau saya cenderung memilih penyedia barang yang punya website dropship. Dengan website dropship itu saya bisa tahu produk dropship apa saja yang bisa dipilih untuk dipasarkan. Tak kalah pentingnya, saya tahu nomor kontak customer servicenya. Ini penting untuk menjaga kepercayaan.
Ada yang masih bingung melangkah? Oke, sekarang saya ajak anda main ke website dropship mangdropship. Kenapa kok ke mangdropship? Apa mangdropship bisa dipercaya?
Kalau anda buka websitedropship mangdropship, langsung scroll ke bawah. Nah di kanan bawah tercantum jelas certified by kemkominfo. Jadi jelas ini bukan kaleng-kaleng. Websitedropship yang paten ini.
Alasan lainnya, pilihan produknya banyak. Mangdropship punya ribuan produk dropship dari supplier tangan pertama seIndonesia. Mantapnya lagi, Mangdropship juga punya fitur yang memudahkan para dropshipper. Dropshipper tidak perlu repot-repot lagi menambahkan deskripsi pada produk yang akan ditawarkan karena sudah ada fitur “Salin”.
Nah, setelah segala penjelasan dan tawaran kemudahan diberikan, apa masih mau menua sebagai salah satu dari jutaan penganggur di negeri ini? Mendingan buka usaha sendiri dengan menjadi dropshippernya mangdropship. Nggak keluar modal, malah keuntungan yang masuk.
![]() |
| Peningkatan angka pengangguran. Sumber: Media Indonesia |





Komentar
Posting Komentar