Mengapa Memilih Sky House BSD+?

 

Pernah jadi anak kos? Saya pernah. Pernah mengontrak rumah? Saya juga pernah mengontrak rumah sekitar dua tahun. Pernah menumpang tinggal di rumah orang tua? Saya pernah juga, sampai sekarang malah. Pernah punya uang Rp 500 juta? Nah, ini saya belum pernah. Hehehe….

Sekarang saya akan mengajak anda berimajinasi. Andai saat ini anda belum memiliki hunian permanen, masih menumpang di rumah orang tua, tinggal di kos-kosan atau di rumah kontrakan, lalu tabungan di rekening Bank ataupun celengan ayam sudah mencapai Rp 500 juta, apa yang akan lakukan dengan uang itu? Apakah anda akan mengalokasikannya untuk kebutuhan lain dan tetap hidup menumpang? Atau anda gunakan untuk membiayai kos ataupun kontrakan rumah hingga puluhan tahun ke depan? Atau anda mulai bergerak mencari tempat tinggal pribadi yang permanen supaya tidak lagi hidup nomaden?

Tentu setiap orang mempunyai pertimbangan yang belum tentu sama dalam menentukan pilihan. Ada yang merasa belum siap berpisah tempat tinggal dengan orang tua sehingga uang segitu dibiarkan dalam tabungan. Ada juga yang merasa nyaman dengan suasana di rumah kos atau kontrakan sehingga belum tertarik untuk membeli rumah permanen. Tetapi kalau anda terpikir untuk membelanjakan uang dengan nominal tersebut untuk membeli satu unit hunian untuk ditinggali sendiri atau disewakan, tipe hunian seperti apa yang diinginkan?

Kalau saya yang punya uang setengah miliar, saya memilih beli apartemen. Saya punya beberapa alasan rasional di balik keputusan saya itu.

Pertama, jika terjadi kerusakan yang membutuhkan perbaikan, saya tidak perlu pusing cari tukang dan mengeluarkan uang tambahan untuk mendandaninya. Begitu juga kalau diperlukan pengecatan. Karena urusan perbaikan dan perawatan menjadi tanggung jawab staf dari pemilik gedung apartemen itu.

Alasan kedua, apartemen umumnya mempunyai sistem keamanan yang baik. Di setiap bagiannya terpasang CCTV sehingga kalau terjadi kehilangan akan lebih mudah menemukan pelakunya. Selain itu, tersedia juga alat pemadam api. Ini juga penting untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang mungkin terjadi karena korsleting listrik atau mungkin juga karena ledakan tabung gas elpiji.

Alasan ketiga, kini banyak apartemen dijual lengkap dengan perabotan dan fasilitas lainnya yang membuat penghuninya happy dan nyaman, seperti kolam renang, taman, area bermain anak, dan sebagainya. Padahal harganya kisaran Rp 400 juta sampai Rp 500 juta lho. Kalau beli rumah harga segitu ya dapat rumah saja tidak dengan perabotannya.

Ketiga alasan utama itu pula yang membuat banyak orang tertarik membeli apartemen. Ada yang beli untuk dihuni sendiri dan banyak juga yag menjadikan apartemen sebagai sumber passive income dengan cara menyewakannya. Makanya, kalau anda punya tabungan 400 jutaan rupiah tetapi masih ingin tinggal di rumah orang tua atau masih betah ngekos ataupun ngontrak, tidak ada salahnya juga beli apartemen untuk disewakan.

Walaupun begitu, ada beberapa tips penting untuk siapapun yang berminat membeli apartemen. Seperti halnya membeli jenis properti lainnya, pembeli tentu tidak ingin menyesal di kemudian hari. Apa saja tipsnya?

Pertama, cek lokasinya, strategis atau tidak. Kebanyakan peminat apartemen menghindari lokasi yang terpencil, jauh dari tempat kerja atau sekolahnya, sepi pula.

Kedua, gali informasi, fasilitas apa yang ditawarkan. Kalau ada perabotannya, meliputi apa saja. Lalu apa saja fasilitas umum yang tersedia di sekitar apartemen. Cek juga akses ke lokasi, apakah mudah atau sulit.

Ketiga, tentu customer harus tahu berapa harga apartemen dan opsi pembayarannya. Kalau ingin mendapat harga lebih miring, sangat disarankan untuk membeli unit saat masih soft launching atau pre order. Sudah umum kalau developer memberi harga miring, diskon dan mungkin ada bonus-bonus lain kalau dibeli sebelum apartemen sudah berstatus siap huni.

Keempat, ini tips paling penting. Sebelum memutuskan untuk membeli, cek dulu siapa developernya dan bagaimana reputasinya. Banyak developer yang menawarkan unit propertinya, termasuk apartemen, sebelum unitnya ready untuk dihuni dan bahkan saat lokasinya masih berupa tanah. Di sini pentingnya customer mencari informasi tentang legalitas apartemen dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap developer. Tentu tidak ada yang ingin menjadi korban penipuan apalagi kalau customer malah ikut tersangkut masalah hukum Setelah bayar uang pembelian apartemen, ternyata tidak pernah terjadi serah terima unit, developernya kabur, status kepemilikan tanah atau bangunannya menimbulkan sengketa, dan sebagainya.



Berdasar keempat tips itu, berarti gampang-gampang susah juga ya untuk mencari apartemen buat dihuni sendiri atau disewakan? Ada yang lokasinya bagus, fasilitas yang ditawarkan menarik, ternyata harganya over budget. Ada juga yang lokasi dan fasilitas bagus, harga terjangkau, ternyata developernya punya catatan masalah.

Begitulah kalau terlalu banyak yang dilirik. Malah bingung sendiri. Mendingan langsung “tembak” aja Sky House BSD+. Why?

Alasan utama, reputasi developernya bukan kaleng-kaleng. Sky House BSD+ adalah project properti hasil kerjasama Country Garden, pengembang properti yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong, dengan Sinarmas Land perusahaan properti yang sudah punya nama besar.

Alasan lainnya tentu saja kestrategisan lokasi. Apatemen Sky House BSD City+ terletak di jantungnya CBD BSD City. Tahu kan BSD City?

BSD City adalah salah satu kota terletak di Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Sebagai kota terencana, sejak awal pembentukannya, BSD City dirancang untuk menjadi kota mandiri degan menyediakan fasilitas lengkap, termasuk kawasan industri, perkantoran, perdagangan, pendidikan, wisata dan juga perumahan.

Kelengkapan fasilitas BSD City itulah yang membuat lokasi Apartemen Sky House BSD+ bisa dikatakan sangat strategis. Banyak fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan. Posisinya yang tepat di samping AEON Mall BSD membuat apartemen tersebut cocok buat penggemar shopping ataupun nonton film. Dekat juga dengan fasilitas pendidikan berskala internasional seperti BINUS, Universitas dan juga Monash University. Untuk penggemar shopping dan pencari hiburan tidak akan dibuat bête. Tidak jauh dari apartemen ada banyak pilihan tempat asyik seperti Aeon Mall, Teras Kota Entertainment Center, juga ITC BSD.  Akses keluar masuk apartemen juga mudah karena ada Bus BSD Link yang memiliki 8 buah halte dengan rute masing-masing. Dekat juga dengan stasiun KRL dan gerbang tol.   



Cakepnya lagi, Apartemen Sky House BSD+ punya tipe dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan status customernya. Untuk customer yang masih single alias jomblo tersedia tipe studio. Luasnya ada yang sekitar 20 dan 23,6 meter persegi. Dengan luas segini penghuninya bisa mudah menata ruangannya supaya tampak bersih dan rapi. Ada juga tipe 1 bedroom dengan luas sekitar 35 meter persegi yang cocok untuk pasangan suami istri tetapi belum dikaruniai anak. Lalu ada tipe 2 bedroom seluas 48 meter persegi yang pas buat keluarga kecil. Untuk kalangan KB alias keluarga besar tidak perlu merasa dianak tirikan karena Sky House BSD+ menyediakan tipe 3 bedroom dengan luas sekitar 68 meter persegi. Eh tunggu, masih ada tipe lebih besar lagi yaotu tipe 3+1 bedroom. 

Tak kalah pentingnya, Sky House BSD+ dirancang dengan fasilitas indoor dan outdoor yang membuat penghuninya makin nyaman. Sistem keamanannya yang canggih membuat apartemen ini tidak bisa dimasuki sembarang orang kecuali pemegang kartu akses masuk. CCTV juga selalu siaga mengawasi. 

Sudah tahu kan kenapa saya tidak lagi melirik apartemen lain? Ya kalau dengan uang Rp 400 jutaan sudah bisa mendapat apartemen sekeren Sky House BSD+, kenapa tidak segera diamankan? Buruan sajalah dibungkus. Apartemen Sky House BSD+ bukan apartemen kaleng-kaleng. 

 











Komentar